Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan

Minggu, Mei 29, 2016

Muslim Sekuler

Anda Muslim?

Ya.

Mengapa Anda melakukan korupsi?

Apa hubungannya agama saya dengan korupsi yang saya lakukan?

Bukankah Islam melarang Anda melakukan korupsi?

Korupsi itu urusan muamalah, Bung. Itu wilayah publik. Jangan masukkan agama dalam ranah publik.

Ada ayat di dalam Alquran yang melarang Anda untuk memakan harta dengan jalan yang batil. Bagaimana menurut Anda?

Jangan memahami ayat secara tekstual. Ayat itu bisa diinterpretasi macam-macam. Semua orang bebas menafsirkan Alquran.

Apakah Anda tidak takut adzab Allah di akhirat kelak?

Zaman sekarang sudah tidak relevan lagi berbicara adzab akhirat. Orang-orang sudah sampai bulan, Anda masih bicara akhirat. Pola pikir mistis begini yang membuat orang Islam tidak kunjung maju.

Jadi, Anda menganggap korupsi yang Anda lakukan itu sah-sah saja?

Tentu saja tidak. Hukum di negeri ini menyatakan korupsi adalah tindakan kriminal. Jadi, kalau Anda mau bicara soal korupsi, jangan kaitkan dengan agama. Itu tidak relevan. Anda mestinya bicara soal KUHP.

Lalu, mengapa Anda masih tetap melakukan korupsi?

Begini, bung, biar saya jelaskan. Teman-teman saya banyak yang korupsi. Saya lihat mereka bisa terus melakukannya tanpa tertangkap pihak berwenang. Saya ini, nasib saya saja yang kebetulan baru sial. Saya kurang hati-hati. Coba kalau saya sudah berpengalaman, mungkin nasib saya tidak akan seapes ini. Inilah, bung, salah satu keuntungan menjadi sekuler. Anda hanya cukup merasa takut kalau Anda dipenjara karena melanggar hukum. Anda tidak perlu takut hukuman Tuhan, tak perlu takut dosa. Anda hanya perlu takut jika Anda melanggar hukum, ketahuan, lalu dipenjara. Tapi hal itu bisa diatasi dengan pengalaman yang Anda miliki. Percayalah.

Padepokan Panatagama, 8 Juni 2010

Minggu, Februari 03, 2013

BERLINDUNG DARI QADHÂ` YANG BURUK


Kiai Rahmatullah Alwi (Imam Masjid at-Taqwa Kandanghaur, Indramayu) seringkali melantunkan doa:

اللهم إنا نعوذبك من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الأعداء

Allaahumma innaa na'uudzu biKa min jahdil balaa` wa darkisy syiqaa` wasuu`il qadhaa` wasyamaatatil a'daa`.
 
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadamu dari kesusahan yang membebani di luar batas kemampuan, kesialan yang sangat, qadha` yang buruk, serta gembiranya para musuh atas musibah yang menimpa kami.

Baru hari ini saya menemukan, ternyata doa sedemikian diajarkan oleh Nabi. Riwayat mengenai hal itu antara lain terdapat di dalam Shahîh Muslim, bab Fî at-Ta’awwudz min Sû` al-Qadhâ` wa Dark asy-Syiqâ` wa Ghayrihi, sebagai berikut:

4880 - حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنِي سُمَيٌّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ سُوءِ الْقَضَاءِ وَمِنْ دَرَكِ الشَّقَاءِ وَمِنْ شَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ وَمِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ
قَالَ عَمْرٌو فِي حَدِيثِهِ قَالَ سُفْيَانُ أَشُكُّ أَنِّي زِدْتُ وَاحِدَةً مِنْهَا

‘Amr an-Nâqid dan Zuhair ibn Harb telah menuturkan kepadaku, keduanya berkata: Sufyân ibn ‘Uyainah telah menuturkan kepada kami, Sumayy telah menuturkan kepada kami, dari Abû Shâlih, dari Abû Hurairah, bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam sering berlindung dari qadha` yang buruk, dari kesialan yang sangat, dari gembiranya musuh, serta kesusahan di luar batas kemampuan.

Miliran, 23 Rabi’ul Awwal 1434H/3 Februari 2013 M