Tampilkan postingan dengan label islam sebagai solusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam sebagai solusi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 09, 2014

Bisakah Islam Sebagai Solusi?



Bisakah Islam Sebagai Solusi?

Semalam berbincang tentang tema 'saru' dengan mas M Danang Ramadhan-Full, Nasruri Aji Pratomo, Ichsan W. Saputro, dll. Sebelumnya, beberapa hari yang lalu, membincang kondisi yang sama, tentang para mahasiswa pebisnis sewa daging mentah, bersama Afif Cholisun, Abdullah Hanani Basyayef, dan M.j. Ja'far Shodiq.

Ja'far mengungkapkan pernyataan penting yang masih saya ingat, kurang lebih:

"Memang serba salah. Kalau lokalisasi tidak ditutup, ya salah. Kalau ditutup, takutnya jadi bertebaran di jalan-jalan nggak karuan."

Nah, apakah Islam punya solusi? Saya yakin punya. Setiap muslim semestinya yakin bahwa Islam punya solusi, karena sumber utamanya adalah Alquran. Surat Ibrahim ayat 1 disimpulkan oleh Imam Syafi'i dengan menyatakan:

قال الشَّافِعِي رحمه الله : فليست تنزل بأحدٍ من أهل دين الله نازلة ، إلا وفي
كتاب اللَّه الدليل على سبيل الهدى فيها ، قال الله تبارك وتعالى : (كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ)

"Tidaklah suatu persoalan menimpa seorang pemeluk agama Allah, kecuali telah ada di dalam KItabullah dalil bagi jalan keluar atas persoalan tersebut ... (Selanjutnya Imam Syafi'i menguti ayat)."

Berarti secara paradigmatis, solusinya sudah ada di dalam Alquran. Tetapi secara metode, mekanisme, praksis, dan teknis, diperlukan orang-orang yang mau berolah pikir di antara umat ini untuk menggali solusi dimaksud. Saya kira begitu.

Meski derajat hadisnya diperselisihkan, saya pikir hadis berikat bisa jadi bahan renungan:

من أصبح والدنيا أكبر همه فليس من الله في شيء ، ومن لم يتق الله فليس من الله في شيء ، ومن لم يهتم للمسلمين عامة فليس منهم

Karangkajen, 10 Rajab 1434 H/9 Mei 2014 M 07.50 WIB

Jumat, Mei 03, 2013

Bukan Solusi Islam, kecuali Mengambil Bentuk dan Nama Islam


Suatu solusi bukan disebut solusi Islam, kecuali jika mengambil bentuk dan nama Islam. Jika kita mengandaikan suatu kaum menghukum atau dihukum dengan ajaran Islam, namun mereka memakai nama lain, seperti demokrasi, sosialisme, atau liberalisme umpamanya, apakah kita menganggap mereka berhukum dengan hukum Islam? Tidak. (Yusuf al-Qaradhawi dalam buku "Konsep Islam Solusi Utama bagi Umat")

Maka, hendaklah kaum Muslimin percaya diri untuk menyatakan Islam sebagai solusi atas segala persoalan hidupnya, karena:

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (TQS. an-Nahl [16]:89)

Imam asy-Syafi'i berkata:

فليست تنزل بأحد من أهل دين اللَّه نازلة إلا وفي كتاب اللَّه الدليل على سبيل الهدى فيها

(Falaysat tanzilu bi`ahadin min ahli diinillaahi naazilatun illaa wafii Kitaabillaahi ad-daliilu 'alaa subulil hudaa fiihaa)

Tidaklah suatu persoalan menimpa salah satu pemeluk agama Allah, kecuali di dalam Kitabullah terdapat petunjuk atas jalan keluar terhadap persoalan tersebut. (Tafsir al-Imaam asy-Syaafi'ii, Ahmad Ibn Mushthafaa al-Farraan)

Miliran, 3 Mei 2013

(2 hari menjelang Muktamar Khilafah di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta)

==(*) Muktamar Khilafah 2013 adalah upaya untuk menyadarkan umat, menggemakan kesadaran, serta memberitahu dunia, bahwa umat Islam menghendaki solusi Islam, dan Islam adalah satu-satunya solusi. Mari berpartisipasi(*)==