Tampilkan postingan dengan label penjajahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penjajahan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 29, 2012

Borobudur dan Prambanan, Bukti Penjajahan atau Kejayaan? (1)


(Diskusi Facebook; dari HAMKA, Penerapan Syariat Islam, Sinkretisme, Penjajahan, hingga Majapahit)

Pengantar

Diskusi ini terjadi di status facebook saya (Mugi Paring Kertapati). Pernyataan Buya HAMKA yang saya jadikan status itu rupanya menarik perhatian beberapa orang, termasuk seseorang yang menamakan dirinya Anwar Nashir. Seperti terlihat dalam komentar-komentarnya, baginya, Islam adalah Arab, sehingga kalau ada orang yang mengkampanyekan penerapan syariat Islam secara murni dan konsekuen, dia akan menganjurkan yang bersangkutan untuk bertani kurma dan beternak unta. Padahal tidak ada satu pun dalil yang mewajibkan keduanya. Berbeda halnya dengan wajibnya penerapan syariat Islam, keharaman sinkretisme, dan lain-lain; semua ada dalilnya.

Bagaimana pun, dalam diskusi ini saya mendapat pengetahuan baru yang disuntikkan oleh ustadz Arif Wibowo tentang bahwa sebenarnya Borobudur adalah simbol penajajahan atas penduduk tanah Jawa. (di bagian 2). Sedangkan untuk Prambanan, memerlukan penjelasan di lain kesempatan.

Selamat menikmati