Tampilkan postingan dengan label bahasa arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa arab. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 08, 2018

Belajar Bahasa Arab dari Surat Al Fatihah

Belajar Bahasa Arab dari Surat Al Fatihah

Pengantar

Surat al Fatihah adalah surat yang paling banyak dibaca oleh seluruh kaum muslimin di muka bumi ini. Bagaimana tidak, Surat inilah satu-satunya surat yang wajib dibaca pada setiap shalat, baik fardu maupun sunah. Didaulat sebagai intisarinya Alquran, akan sayang apabila kita melewatkan untuk memahami kandungan ayat demi ayat di dalam Surat yang agung ini.

Sementara itu, kemampuan berbahasa Arab merupakan salah satu kebutuhan kaum muslimin dewasa ini (juga merupakan kebutuhan umat sepanjang zaman), baik kebutuhan ideologis, spiritual, politik, maupun akademis. Maka, pembelajaran Bahasa Arab harus terus-menerus didorong sedemikian rupa agar tetap wujud di tengah-tengah umat, bahkan sedaya upaya ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya.

Oleh karena itu kami terpanggil untuk menyusun pembelajaran Bahasa Arab yang dipandu oleh ayat-ayat Alquran, yang dalam kesempatan ini berpandukan kata demi kata, atau frasa demi frasa, dan sebagainya, dari Surat al-Fatihah. Semoga upaya ini dijadikan oleh Allah sebagai amal saleh yang ikhlas semata-mata mengharap rido-Nya, sekaligus menjadi wasilah bagi kesejahteraan kaum muslimin dunia dan akhirat, jiwa dan raga, lahir dan batin.

Bantul Mataram Islam, Rabu, 22 Ramadhan 1438 H/07 Juni 2018 M 07.07 WIB

Pengantar ini telah dimuat di akun plukme saya dengan judul Belajar Bahasa Arab dari Surat Al Fatihah.

File PDF akan diungah secara bertahap di sini atau https://bit.ly/2kTWO9Z. Silakan diunduh. Gratis.

Minggu, Mei 13, 2018

WAZAN ISTAF'ALA


WAZAN استفعل
Saya mendapatkan sebuah hadis sebagai berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( إذا أراد الله بعبده خيراً استعمله ) قالوا : كيف يستعمله ؟ قال : ( يوفقه لعمل صالح قبل موته ) رواه الإمام أحمد
Kalau Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, Dia Akan Mempekerjakannya. Mereka (para sahabat) bertanya: Bagaimana Dia Mempekerjakannya? Beliau menjawab: Dia Akan Memberinya taufik untuk mengerjakan amal saleh sebelum meninggalnya. (HR Imam Ahmad).

Saya jadikan itu sebagai salah satu bahan latihan membaca di dua grup Cicilan Kosakata Quran yang saya kelola, juga di grup alumni MAN Yogyakarta 1 yangg hanya beranggota 4 orang (haha..).

Di grup terakhir tersebut ada yang mencoba untuk membacanya, namun masih ada keliru, khususnya ketika membaca kata yang digarisbawahi di atas. Maka saya coba untuk membuat bahan latihan yang kiranya dapat membantu memecahkan bagaimana cara membaca dua kata tersebut.

Bahan belajar dimaksud bisa diunduh di: https://goo.gl/W19qRw


Semoga bermanfaat.

Rabu, April 25, 2018

EBOOK CICILAN KOSAKATA ALQURAN EDISI KATA GANTI

EBOOK CICILAN KOSAKATA ALQURAN EDISI KATA GANTI


Banyak orang yang rutin membaca Alquran tanpa tahu sedikit pun makna ayat yang dibacanya.
Ada yang ingin sekali tahu makna ayat-ayat Alquran, tetapi masih bingung dari mana memulainya dan bagaimana caranya, mengingat bahasa Alquran bukan bahasa keseharian mereka.
Di sisi lain, banyak orang yang ingin belajar bahasa Arab, tetapi menemukan berbagai kendala. Apa buku yang pas menjadi pembimbing langkah pertamaku? Salah satu pertanyaan dalam hatinya mungkin begitu.
Padahal, seharusnya kebingungan semacam itu tidak perlu. Kelompok pertama dan kedua bisa kita lebur jadi satu: kelompok pertama segera belajar memahami Alquran dengan mempelajari bahasa Arab dan kelompok kedua bergegas menjadikan Alquran sebagai panduan pertamanya dalam belajar bahasa Arab. Selesai kan?
Buku ini adalah pembelajaran tentang kata ganti. Mengenal kata ganti (dhamîr) di dalam bahasa Arab sangat penting. Sebabnya adalah karena kata ganti (dhamîr) berpengaruh besar dalam penyusunan pola kata maupun kalimat.
Sebagaimana komitmen buku ini, yaitu belajar bahasa Arab melalui Alquran (sehingga kita bisa lebih mendekat kepada keduanya sekaligus), pada b ini disajikan 10 (sepuluh) rangkaian kata yang mengandung dhamîr. Semuanya diambil dari Alquran.
Anda diminta untuk menghafalkan rangkaian kata tersebut bersama artinya kata per kata. Untuk menghafalkannya, Anda tidak harus mengingat-ingat, tetapi cukup dibaca 10 sampai 100 kali. Jika menghafalkan rangkaian ayatnya dianggap terlalu berat, Anda cukup mengulang-ulang membaca kosakata-kosakata yang tersedia di bawahnya sampai benar-benar hafal. Tetapi jika Anda sanggup menghafalkan rangkaian ayatnya, juga merenungi kandungannya, insya Allah Anda juga mendapat pahala membaca Alquran dan pahala merenungi ayat-ayat Alquran.
Rangkaian kata yang disediakan sengaja dipilih yang mengandung sedikit kosakata (kecuali beberapa sesi yang terpaksa dibiarkan panjang agar tidak merusak makna kalimat) supaya Anda mudah menghafalnya.
Selain itu, disediakan latihan yang sangat mudah untuk dikerjakan. Anda cukup membaca dengan harakat yang sama persis dengan contoh. Itu latihan membaca. Jika Anda mengulang-ulangi latihan tersebut, diharapkan lama-kelamaan dengan tanpa sadar Anda sudah bisa membaca tulisan Arab gundul, meski hanya sebagian pola kalimat. Selamat membaca berulang-ulang, semoga Allah merahmati kita dengan Alquran.
Secara teknis lebih rinci, sangat dianjurkan belajar bahasa Arab dengan buku ini dengan langkah sebagai berikut:
1.    Siapkan buku tulis dan alat tulis. Langkah ini sebaiknya tidak diabaikan. Menulis adalah salah satu cara mengasah kepekaan membaca. Sebenarnya menulis secara digital (di ponsel, komputer, dsb) bisa juga, tetapi percayalah, menulis di atas kertas memiliki nilai lebih.
2.    Tulis kosakata ayat yang hendak dihafalkan. Buat tulisan serapi mungkin. Jadikan catatan Anda sebagai dokumen pribadi yang kelak bisa diakses kembali. Ini memudahkan Anda untuk melakukan pembelajaran ulang kapan saja Anda butuhkan. Perhatikan baik-baik mana yang harus dibaca panjang, mana yang harus diberi tasydîd, mana yang harus berharakat fathah, dan sebagainya.
3.    Baca berulang-ulang. Pengulangan adalah standar belajar para ulama sejak zaman dahulu kala. Mereka menganjurkan para pelajar (tidak peduli usianya, yang penting mau, sedang, dan ingin terus belajar adalah pelajar yang dimaksud di sini) untuk mengulang-ulang materi belajarnya. Imam Ghazali, misalnya, menganjurkan untuk mengulang suatu materi minimal 40 (empat puluh) kali. Untuk menghafalkan kosakata di dalam buku ini, kami menganjurkan Anda untuk mengulang 10-100 kali. Jika sepuluh kali sudah dirasa sangat hafal, maka cukup. Namun jika belum, tambahkan. Jika belum hafal juga, tambahkan terus, sampai seratus kali. Kalau seratus kali belum juga hafal, sebaiknya rehat dulu dan minum kopi. J
4.    Setorkan hafalan. Untuk memastikan bahwa Anda memang sudah hafal kosakata dalam ayat tertentu yang disajikan di buku ini, Anda perlu menyetorkannya. Maksudnya, mintalah orang lain untuk mendengarkan dan mengoreksi hafalan Anda. Orang yang mengoreksi usahakan mengerti bahasa Arab dan tahu kosakata yang Anda setorkan. Jika pun tidak, tidak masalah juga. Orang tersebut bisa melihat catatan Anda agar bisa mengoreksi kesalahan hafalan Anda. Jika kesulitan menemukan orang yang mau Anda setori, silakan hubungi penulis melalui kontak di bagian akhir buku ini. Sepanjang ada kesempatan, Insya Allah penulis bersedia menerima setoran dari pembaca sekalian.
5.    Murâja’ah. Maksudnya, kosakata yang sudah Anda hafalkan diulang-ulang kembali. Di dalam buku ini disediakan lembar murâja’ah setiap akhir dari tiga sesi. Jika Anda tidak menemukannya, Anda bisa juga meminta kepada penulis untuk memberikan Anda lembar murâja’ah. Silakan hubungi penulis di kontak di bagian akhir buku ini.

6.    Berlatih mengharakati. Di dalam buku ini ada kalimat-kalimat yang sengaja atau tidak sengaja tidak diberi harakat. Anda bisa mengharakati kalimat-kalimat tersebut untuk mulai melatih kemampuan membaca Arab gundul. Selamat mencoba.

Ebook Cicilan Kosakata Alquran Edisi Kata Ganti bisa Anda unduh di: https://goo.gl/7xB7r2. (Setelah unduh, mohon doakan kami dengan doa-doa kebaikan Anda. Bagikan artikel ini kepada sesama agar manfaatnya lebih meluas).
.
Dapatkan versi lengkapnya, diterbitkan oleh Penerbit Quwwah Yogyakarta, dengan menghubungi nomer WA: 0822-4252-2585.

Selasa, April 17, 2018

PELAJARILAH BAHASA ARAB SEPERTI KALIAN BELAJAR MENGHAFAL ALQURAN

PELAJARILAH BAHASA ARAB SEPERTI KALIAN BELAJAR MENGHAFAL ALQURAN

Saat mencari pernyataan Khalifah Umar bin Khaththab (orang kedua pemangku jabatan kepala negara pada Khilafah pasca wafatnya Nabi) tentang bahasa Arab adalah bagian dari Islam, tidak sengaja menemukan riwayat dari Sahabat Ubay bin Ka’ab (ra) berikut ini:
حدثنا يحيى بن آدم قال حدثنا حماد بن زيد قال حدثنا واصل مولى ابن عيينة عن يحيى بن عقيل عن يحيى بن يعمر عن أبي بن كعب قال: تعلموا العربية كما تعلمون حفظ القرآن.
Yahyâ bin Âdam telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Hammâd bin Zaid telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Wâshil mantan budak Ibnu ‘Uyainah telah menceritakan kepada kami, dari Yahyâ bin ‘Uqail, dari Yahyâ bin Ya’mar, dari Ubayy bin Ka’b, ia berkata: Pelajarilah Bahasa Arab, sebagaimana kalian belajar menghafal Alquran.

Riwayat ini terdapat di dalam Mushannaf Ibnu Abî Syaibah (rh).

Jumat, Desember 01, 2017

PERBEDAAN ANZALA DAN NAZZALA

PERBEDAAN ANZALA DAN NAZZALA
Alquran menggunakan kata ANZALA (أَنْزَلَ) dan NAZZALA (نَزَّلَ). Keduanya diartikan ke dalam Bahasa Indonesia dengan makna yang sama: MENURUNKAN.
Dapat dibaca di dalam kitab Tafsir Surah an-Nur karya Syaikh Muhammad ibn Muhammad al-Mukhtaar asy-Syinqithiyy bahwasanya ANZALA maknanya adalah MENURUNKAN SEKALIGUS, sedangkan NAZZALA bermakna MENURUNKAN SECARA BERANGSUR-ANGSUR.
Wallahu A'lamu.
الفرق بين قوله: (أنزل) و (نزّل)
وفي قوله تعالى: {وَأَنزَلْنَا فِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ} [النور:1] : تارةً يعبِّر القرآنُ بـ (أنْزَل) وتارةً يعبِّر بـ (نَزَّل) ، قال بعض العلماء: هناك فرق بين قوله تعالى: (أنْزَل) وبين قوله: (نَزَّل) ، فإن عُبِّر بـ (أنْزَل) ؛ فالمراد به نزول الشيء كاملاً، وإن عُبِّر بـ (نَزَّل) ؛ فالمراد به تجزئة الشيء ونزوله نجماً نجماً.
وهذا هو اختيار طائفة من المحققين رحمهم الله.
وقد أشار الله تبارك وتعالى إلى نزول القرآن جملةً كما في قوله تعالى: {لَكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنزَلَ إِلَيْكَ أَنزَلَهُ بِعِلْمِهِ وَالْمَلائِكَةُ يَشْهَدُونَ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا} [النساء:166] ، فعبَّر بـ (أنزل) في الجملة، وأما في التفصيل فقال: {وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلاً} [الإسراء:106] ، فدل على أن (أنزل) للجميع، و (نَزَّل) للمنجم، وعلى ذلك قوله تعالى: {إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ} [القدر:1] ، أي: أنزلناه كاملاً إلى السماء الدنيا في ليلة القدر، وهو اختيار طائفة من العلماء والسلف رحمهم الله.
يقول تعالى: (وَأَنزَلْنَا فِيهَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ) .

Jumat, Juli 21, 2017

BELAJAR BAHASA ARAB AL QURAN METODE “BACA SAJA!” (KURSUS BAHASA ARAB VIA WA) (Kontak: 0822.4252.2585 a.n. Abu Musa).

BELAJAR BAHASA ARAB AL QURAN METODE “BACA SAJA!” (KURSUS BAHASA ARAB VIA WA)

(Kontak: 0822.4252.2585 a.n. Abu Musa).

Anda bisa membaca Alquran dan rutin membacanya?

Anda bisa membaca Alquran, khatam berkali-kali, tetapi tidak memahami apa yang Anda baca, karena Bahasa Arab bukan bahasa keseharian Anda?

Anda ingin belajar Bahasa Arab dengan tujuan bisa mengeja makna kata-kata di dalam Alquran, tetapi tak tahu harus memulai dari mana?

Belajar Bahasa Arab Al Quran Metode “Baca Saja!” menawarkan solusi untuk orang-orang seperti Anda.

Sebab kami menyadari, Bahasa Arab adalah modal dasar untuk bisa memahami Al Quran.

Dan sebaliknya, Al Quran merupakan modal besar yang sudah Anda miliki untuk bisa memahami kaidah-kaidah Bahasa Arab yang dipilih Allah sebagai bahasa Kitab-Nya yang tidak ada keraguan ini.

Anda berminat? Hubungi kami. Kontak di nomer WA: 0822.4252.2585 (a.n. Abu Musa)

Kami menawarkan metode yang sederhana. Anda hanya perlu membaca. Target kami adalah Anda paham sejak pertama.

Metode ini kami siapkan sebagai teropong, untuk Anda yang ingin meraba tulisan gondrong.

Disajikan secara singkat di sebuah modul, perlahan-lahan Anda dibimbing untuk bisa meraba tulisan Arab gundul.

Metode ini, dengan izin Allah, akan memudahkan kita memahami kaidah-kaidah bahasa Arab. Insya Allah kita akan menyadari bahwa ternyata mempelajari kaidah bahasa Arab bisa dimulai dengan sangat sederhana. Dimulai dengan kitab suci berbahasa Arab yang dekat dengan Anda!

Hubungi kami di Nomer Kontak WA: 0822.4252.2585 (a.n. Abu Musa)

Persyaratan, waktu belajar, dll bisa langsung ditanyakan ke nomer di atas.


Bayar sekali saja, silakan belajar dengan modul kami seumur hidup, sepuas Anda, sampai Anda bisa!

Ttd

ABU MUSA

(Pendiri Metode Belajar Bahasa Arab BACA SAJA!)

WA: 0822.4252.2585

++++++++++

Mengapa belajar Bahasa Arab dengan Al Quran?

Buku yang sampul depannya saya tampilkan dalam tulisan ini adalah salah satu buku yang menginspirasi saya dalam mengembangkan Belajar Bahasa Arab Metode “Baca Saja!”. Pada Kata Pengatar Cetakan Ke-2, Prof. Dr. Salman Harun, penulis buku ini menulis:

“Banyak permintaan dari masyarakat, baik masyarakat umum maupun kalangan akademisi, terhadap buku ini. Perrmintaah itu dalam bentuk izin untuk memfotokopi, atau agar buku ini diterbitkan kembali. Alasan yang dikemukakan mereka antara: sangat menarik karena contohc-contohnya seluruhnya ayat-ayat al-Qur’an, tepat untuk diajarkan kepada pelajar, dan dua keuntungan yang diperoleh sekaligus, yaitu mengerti Bahasa Arab dan al-Qur’an, dan sebagainya.”

Pernyataan beliau yang lebih menginspirasi untuk mengembangkan modul Belajar Bahasa Arab Metode “Baca Saja!” ada di Kata Pengantar Cetakan Ke-1. Beliau nyatakan:

“Bila ditinjau tujuan-tujuan pengajaran Bahasa Arab yang pernah dirumuskan, akan ditemukan kenyataan bahwa tujuan itu tidak pernah menyimpang dari sasaran utama: agar pelajar mampu memahami Islam dari sumber aslinya, yaitu al-Qur’an dan Hadis. Tetapi apa yang telah dikerjakan tampaknya tidak sejalan dengan sasaran yang hendak dicapai itu, terutama pada saat-saat terakhir. Hal itu karena Bahasa Arab yang diajarkan adalah Bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi. Padahal bahasa itu jelas sekalig berbeda dari bahawa Qur’an dan Hadis.”

Dst.

Didasari oleh keprihatinan itu, Prof. Dr. Salman Harun lalu menyusun buku “Pintar Bahasa Arab Al-Quran; Cara Cepat Belajar Bahasa Arab Agar Paham Al-Quran.” Tebal materi utama buku ini hampir 350 halaman. Di dalamnya memaparkan Nahwu dan Shorof secara berselang-seling dengan contoh-contoh yang seluruhnya adalah ayat-ayat al-Qur’an.


Anda minat? Hubungi kami: 0822.4252.2585

Rabu, Juli 19, 2017

Belajar Bahasa Arab Metode "Baca Saja!"

Belajar Bahasa Arab Metode "Baca Saja!"

1. Peserta disyaratkan bisa membaca Alquran

2. Proses belajar bisa jarak jauh via WA (seluruh Indonesia) atau pertemuan langsung (area masih terbatas)

3. Biaya belajar jarak jauh:

a. Paket A: Rp 50.000,00 untuk satu modul

b. Paket B: Rp 100.000,00 untuk 3 modul
(setiap modul 8-12 halaman)

b. Biaya pertemuan langsung: Rp 50.000/pertemuan 60 menit.

Ketentuan Belajar Jarak Jauh

1. Modul dikirimkan via email, berbentuk pdf. Boleh dicetak dan diperbanyak oleh peserta

2. Kontrak belajar untuk setiap paket adalah mempelajari modul pada paket yang dipilih. Berlaku untuk seumur hidup.

3. Waktu belajar tidak ditentukan. Peserta bisa mengerjakan latihan-latihan yang diberikan oleh instruktur kapan saja dia mau.

4. Latihan idealnya dilakukan secara lisan, dengan cara: peserta merekam suara dan dikirimkan ke nomer WA instruktur

5. Instruktur bisa menambah latihan yang relevan yang sebisa mungkin diambil dari Alquran, sesuai dengan tujuan metode BACA SAJA!, yaitu membantu memahami makna Alquran.

Bantul, 24 Syawwāl 1438 H/18 Juli 2017 M 02.53

Ttd

Abu Musa

(Pendiri Metode Belajar Bahasa Arab "BACA SAJA!")

Kontak: 0822.4252.2585

Jumat, Juni 30, 2017

KURSUS BAHASA ARAB DASAR

KURSUS BAHASA ARAB DASAR

(Kontak: 0822.4252.2585)


Assalâmu ‘alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh.


Bismillâhirrahmânirrahîm.


Alhamdulillah, saat ini semangat kaum muslimin untuk kembali mendekat kepada Alquran meningkat begitu pesat. Banyak di antara kita kemudian penasaran dan tidak puas dengan hanya bisa membaca dan menghafalnya, tetapi lebih dari itu, ada semangat yang menggebu untuk dapat pula mengerti maknanya. Maka kemudian tumbuhlah berbagai sarana, forum, majelis, tempat kursus, dan sebagainya, yang mewadahi minat tersebut. Ada yang gratis, ada juga yang berbayar. Lahir pula berbagai metide belajar bahasa Arab yang dirasa bisa efektif mengantarkan para calon pelajar untuk meguasai bahasa Arab dengan baik.


Pada kesempatan ini, kami menawarkan sebuah kursus bahasa Arab dasar dengan sebuah metode yang disebut metode BACA SAJA! Tidak mau memberikan janji yang muluk-muluk, di awal ini kami hanya ingin menyatakan bahwa ini hanyalah salah satu alternatif belajar bahasa Arab yang bisa dipilih dari berbagai metode belajar yang ada. Tetapi bagi Anda yang penasaran dengan metode yang kami kembangkan ini, Anda bisa baca uraian panjang lebarnya di bawah ini. Atau jika Anda ingin praktik secara langsung bagaimana metode pembelajarannya, Anda bisa segera hubungi kami di nomer HP: 0822.4252.2585 (kirim pesan dulu via WA). Praktik pembelajaran bisa tatap muka langsung atau melalui perangkat komunikasi jarak jauh.


Sekarang mari perkenalkan model kursus bahasa Arab yang kami kembangkan ini.


Nama Metode: BACA SAJA!


Modul awal: 12 halaman


Target:


a. Tatap muka/Via telpon: 1 bulan selesai 1 modul dalam 4× pertemuan


b. Jarak jauh tertulis (via WA): selesai 1 modul dalam 12x penugasan.


Durasi pertemuan:


a. Tatap muka/Via telpon: 60 menit


b. Jarak jauh tertulis (via WA): tidak dibatasi waktu, jam belajar fleksibel


Tempat:


a. Tatap muka/Via telpon: sesuai kesepakatan.


b. Jarak jauh tertulis (via WA): semua tempat yang ada sinyal internet. :)


Peserta:


a. Tatap muka/Via telpon: minimal 1 orang, maksimal tidak dibatasi.


b. Jarak jauh tertulis (via WA): 1 orang, chat pribadi.


Biaya:


a. Tatap muka/Via telpon: 50rb/60 menit


b. Jarak jauh tertulis (via WA): 50rb/modul


Bahasa Arab itu sulit? Memang.


Bahasa Arab itu rumit? Ya, rumit sekali.


Dua hal itu adalah kenyataan yang tidak perlu ditutup-tutupi :)


Perlu waktu bertahun-tahun agar pengetahuan dasar Bahasa Arab dapat dikuasai.


Persoalan sesungguhnya bukan pada sulit dan rumitnya Bahasa Arab, tetapi pada bagaimana tekad kita untuk bisa mengenali ilmu ini. Juga, pada bagaimana cara kita memulai.


Meski yang kedua (bagaimana cara memulai) tidak lebih penting dari yang pertama (tekad kuat membaja), namun yang kedua itu bisa berpengaruh pada tingkat minat untuk melanjutkan belajar.


Kuncinya ada pada kepahaman materi pada saat seseorang sedang memulai. Seseorang yang di awal dijejali dengan berbagai materi tanpa paham arah dan tujuan mengenai apa yang sedang dipelajari, niscaya kejenuhan akan lebih mudah menghinggapi.


Salah satu metode belajar yang rawan mengundang kejenuhan adalah banyaknya materi yang harus dihafal.


Maka, metode BACA SAJA! adalah salah satu tawaran solusinya.


Metode ini punya semboyan: "Belajar Bahasa Arab semudah membaca Alquran"👀


Bukan. Jika Anda berpikir bahwa metode ini dihadirkan untuk menggeser peran hafalan, Anda salah besar! Hafalan itu metode yang telah menghasilkan ribuan bahkan jutaan ulama Islam yang keahliannya mengagumkan zaman. Jadi, kami tidak mau lancang mendeklarasikan metode ini untuk menafikannya.


Metode ini hanya meminta Anda: memBACA SAJA!


Ya, Anda cukup BACA SAJA! Anda hafalkan atau tidak, itu terserah Anda. Yang penting Anda mau membacanya dengan menyaringkan suara


Dengan metode BACA SAJA!, secara bertahap dan perlahan-lahan Anda diajak memahami alur berpikir ilmu shorof. Ilmu shorof adalah syarat mutlak untuk mengetahui asal-usul kata dalam bahasa Arab beserta maknanya.


Selain itu, melalui metode BACA SAJA! Anda bisa menambah perbendaharaan kata bahasa Arab (mufradāt).


Perbendaharaan kata yang ada pada metode BACA SAJA! banyak diambil dari Alquran, karena MEMAHAMI ALQURAN adalah sasaran utama yang terpikirkan saat menyusun modul metode BACA SAJA! ini.


Bukankah membahagiakan, jika setiap membaca Alquran kita bisa langsung mengerti, atau setidaknya bisa meraba, maknanya?


Metode BACA SAJA! tidak menjanjikan Anda belajar Bahasa Arab secara cepat. Dan tolong Anda jangan berharap belajar Bahasa Arab secara instan dengan metode apapun!


Tetapi metode BACA SAJA! ini berusaha sedini dan sesederhana mungkin memahamkan logika Bahasa Arab yang unik dan berbeda dengan kebanyakan bahasa lain 🚀


Ya, metode ini tidak menjanjikan cara cepat dalam belajar Sebab kesabaran, ketekunan, dan kesinambungan🐢dalam belajar justru merupakan kunci ilmu yang memberkahkan. Metode ini hanya ingin menawarkan kemudahan dalam memulai belajar bahasa Arab; sebuah bahasa yang mengagumkan.


Metode BACA SAJA! Berfokus pada "membaca Arab gundul" dan "meraba makna Arab gondrong". Jika Anda ingin bisa membaca tulisan Arab gundul, atau ingin bisa meraba-raba makna ayat Alquran dan teks-teks berharakat lainnya, metode BACA SAJA! memang didedikasikan untuk Anda!


Anda berminat? Segera hubungi: 0822.4252.2585.


(Shofhi Amhar)



shofhi.amhar@gmail.com

kertapati.amhar@gmail.com

www.alfariyani.blogspot.com

www.fb.com/shofhi.amhar

www.twitter.com/shofhi_amhar

www.fb.com/bhsarab

Rabu, Mei 07, 2014

Cara Membuat Isim Fâ’il (Kata Bentukan yang Bermakna Pelaku)


Cara Membuat Isim Fâ’il (Kata Bentukan yang Bermakna Pelaku)

Bahasa memiliki kesamaan satu sama lain, di samping tentu saja memiliki perbedaan pula. Kesamaan yang dimiliki oleh seluruh bahasa, disebut kesemestaan berbahasa. Keberadaan isim fâ’il (kata bentukan yang bermakna pelaku) barangkali termasuk salah satu bagian dari kesemestaan bahasa. Di dalam bahasa Indonesia, kata bekerja bisa dibentuk menjadi kata pekerja, kata memukul menjadi pemukul, dan sebagainya. Kasus yang sama juga terdapat dalam Bahasa Arab. Kata pekerja dan pemukul di dalam Bahasa Arab disebut Ism Fâ’il. (Perhatian: Ism Fâ’il [dalam ilmu sharf] berbeda dengan Fâ’il [dalam ilmu nahwu]).

Cara membuat isim fâ’il sangat mudah, jika kita sudah menghapalkan wazan-wazan fi’l mudhâri’. Perhatikan perbandingan fi’il mudhâri’ dengan isim fâil berikut ini.



Perhatikan dengan baik. Kata yang dekat dengan nomer adalah fi’l mudhâri, sedangkan kata yang disebelahnya adalah ism fâ’il. Dengan memperhatikan nomer 2 sampai 20, kita dapat menyimpulkan bahwa pembentukan ism fâ’il dapat dilakukan dengan langakah sebagai berikut:

1) Ganti huruf mudhâra’ah (huruf depan pada fi’l mudhâri’) dengan huruf mîm, kemudian beri harakat dhammah.

2) Harakati dengan kasrah untuk huruf sebelum terakhir.

Sedangkan untuk nomer 1 (tsulâtsî mujarrad), sebenarnya lebih dekat dengan fi’l mâdhinya. Ada dua versi pembentukan ism fâ’il. Versi pertama adalah dengan:

- menambahkan alif setelah fâ` fi’l mâdhî-nya, dan

- mengharakati huruf sebelum terakhir dengan kasrah.

Ini adalah versi mayoritas wazan tsulâtsî mujarrad.

Sedangkan versi kedua adalah dengan mengharakati fathah fâ` dan ‘ain pada fi’l mâdhi-nya. Versi ini hanya berlaku untuk wazan fa’ula – yaf’ulu.

Wallâhu A’lamu.

Karangkajen, 8 Rajab 1434 H/7 Mei 2014 M 08:43

Dhamâir


Dhamâir adalah jamak dari kata dhamîr, yaitu kata ganti. Bahasa Arab mengenal 12 dhamîr (14 dikurangi 2 yang sama). Bandingkan dengan bahasa Indonesia yang hanya memiliki 7 kata ganti (saya, kita, kami, kamu, kalian, dia, mereka).

Dhamîr termasuk isim. Sebagaimana isim yang lain, dhamîr juga terpengaruh oleh kondisi i’râbnya. Dhamîr dalam kondisi i’râb fara’ berbeda dengan dhamîr pada kondisi i’râb nashab dan jarr. Berikut rinciannya. (Angka menunjukkan jumlah oknum yang ditunjuk oleh dhamîr tersebut. Dengan kata lain menunjukkan mufrad (tunggal), mutsannâ (dual), dan jam’ (plural).




Keterangan:
A: Untuk orang ketiga mudzakkar (gender laki-laki)
B: Untuk orang ketiga mu`annats (gender perempuan)
C: Untuk orang kedua mudzakkar (gender laki-laki)
D: Untuk orang kedua mu`annats (gender perempuan)
E: Untuk orang pertama

Selasa, September 04, 2012

MEMAHAMI QURAN BERPEDOMAN TARJAMAH (SEKALIPUN TAFSIRIYAH) RAWAN SALAH PAHAM


Ada seorang bapak yang sejak bertahun-tahun lalu buku yang ditulisnya menarik perhatian saya. Judul bukunya saja menggugah rasa penasaran: Daging Anjing & Persatuan Ummat (Diskusi Tertulis Antar Muslim). Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Toko Amanat, Yogyakarta, pada tahun 2004. Pemikiran yang ingin diangkat oleh penulis dalam buku itu antara lain: Umat Islam selalu diplekotho (dipecundangi, red.) oleh pemerintah … adalah karena ummat Islam tidak mau pakai akal …, padahal akal tercantum dalam QS 10:100. (hlm. 13). Sebagai salah satu bukti bahwa umat Islam tidak pakai akal adalah ummat Islam tidak mau pakai akal dalam menentukan hukum daging anjing dan dalam menentukan jumlah partai Islam dinegeri ini. (hlm. 12).

Kamis, Juni 21, 2012

Hashr dalam Bahasa Arab (Ilmu Balaghah)


شرح كتاب قواعد اللغة العربية في النحو والصرف والبلاغة قسم البلاغة
)محمد بن صالح بن عثيمين(
Ini adalah terjemah Bab 4 dari kitab Syarh Qawa'id al-'Arabiyyah fi an-Nahw wa ash-Sharf wa al-Balaghah Qism al-Balaghah.

الباب الرابع
في القصر
BAB EMPAT
AL-QASHR

Rabu, April 27, 2011

Alamat-Alamat I'rob

“Romo, kapan lagi belajar nahwunya?”

“Kapan-kapan.”

“Waaaaaaa…! Ummi Jiha……, Abi jahat…..!” Jiha berteriak keras sekali.

“Hus, berisik. Jahat kenapa sih?” Nadasya datang dari arah dapur membawa lauk. “Pasti Jiha menagih macam-macam. Orang Abu Jiha baru datang.”

“Salah!” Manyun. “Jiha tu cuma menagih satu macam. Abi kan janjinya mau mengajari Jiha tanda-tanda I’rob yang lain.”

“Tapi Romo janjinya kalau Jiha sudah hafal semua tanda asalnya lho…”

“Sudah! Dari dulu juga kan sudah.”

“Coba kalau masih ingat.”

“Ih, nyebelin.”

“Lho, mana ada I’rob yang tandanya nyebelin. Jiha ngarang.” Jiha tambah manyun. “Daripada cemberut begitu, temani Romo sama Bunda makan dulu.”

“Iya, Jiha belum makan sejak tadi siang.”

[…]

“Abi, putu.”

“Lho, nasinya dihabiskan dulu.”

“Mang...” teriak Jiha tak lama setelah beranjak dari kursinya. Mamang penjual putu pun putar haluan memenuhi panggilan Jiha. Dengan innocent Jiha kembali duduk. “Tenang, Ummi, Jiha akan habiskan.”

“Yah, begitulah Jiha. Mirip sekali dengan Walidnya.” Komentar Nadasya. Jiha hanya nyengir.

“Tapi Abi bilang, Jiha cantik mirip Ummi.”

“Betul itu. Tidak perlu dikatakan pun, Ummu Jiha memang cantik.” Hahaha, saya tidak bisa menahan tawa mendengar para narsisowati junior dan senior itu bertingkah.

[…]

“Pinten, mas?”

“Tigang ewu, pak.”

“O nggih, sekedap.” Saya rogoh kantong. “Njenengan suka ikut pengajian, mas?”

“Dereng nate, pak. Pulangnya malam terus.”

“Jam berapa?”

“Kemarin jam sepuluh. Tambah susah sekarang, pak.”

“Apanya?”

“Ya ini, cari rizki.” Sedikit tersenyum.

“O… katanya pemerintah malah mau menaikkan bbm lagi. Ada pengaruhnya, mas?”

“Pasti ada, pak. Habis di minyak tanah saja.”

“Oh, pake minyak tanah ya?”

“Iya. Sehari sepuluh ribu pasti habis.”

Saya tercenung. Ini keluhan khas para pedagang kecil. Namanya Abdurrahim. Masih sangat muda. Keluarganya banyak yang seprofesi. Saya kenal beberapa di antaranya karena Jiha hobi sekali menghentikan mereka yang sering lewat dan menghabiskan beberapa potong kue putu hangat di depan rumah.

“Pareng, pak.”

“Oh, monggo… monggo.”

Orang-orang itu adalah di antara yang Nabi berharap memiliki rasa cinta kepada mereka. Allaahumma innii as`aluka fi’lal khairaat, wa tarkal munkaraat, wa hubbal masaakiin, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu pekerjaan yang baik-baik, meninggalkan hal-hal yang mungkar, serta rasa cinta kepada orang-orang miskin’, sabda beliau dalam doanya. Doa beliau dikabulkan, tentu saja. Karena beliau adalah orang yang paling cinta kepada kaum miskin. Berkebalikan dengan pemerintah kaum muslimin saat ini. Jangankan soal ekonomi, soal akidah yang menjadi tanggungjawab mereka saja, mereka lalai. Sungguh memprihatinkan bahwa di Kulonprogo terdapat sebuah daerah yang warga muslimnya hanya tersisa empat belas kepala keluarga dari 163. Dan ternyata masih ada yang lebih parah.

Sungguh buruk, sebagai bukti lain ketidakpedulian pemerintah terhadap keterjagaan iman warganya, pemerintah samapai saat ini masih mengasaskan pengasuhan dan perwalian seorang anak muslim kepada keluarganya, meskipun kafir. Padahal orang fasik saja tidak berhak mendapat wewenang mengasuh.

[…]

“Romo, ayo.”

“Emh… tenang, Romo sudah siapkan. Tolong Jiha ambil printer.”

“Siap.”

“Nah, ini ada beberapa lembar latihan. Jiha kerjakan dengan sebaik-baiknya. Jangan lupa untuk menghayati dan mengamalkan secara murni dan konsekuen. Romo mau ke RT 11 dulu.”

“Ada apa, Romo?”

“Pak Wagino, beliau kesulitan membayar uang sekolah putranya.”

“Romo mau minjemin?”

“Tidak selalu harus, Jiha. Kadang-kadang seseorang hanya butuh didengarkan keluhannya. Bagi sebagian orang itu sudah cukup meringankan. Syukur-syukur kita bisa membantu lebih. Romo pamit dulu ya…”

[…]

“Terima kasih ya nak, sudah mau berkunjung.”

“Ah, njenengan ini seperti orang lain saja. Njenengan itu sudah sangat banyak membantu saya. Saya justru belum bisa membantu apa-apa.”

“Yah, minta doanya saja, nak, semoga proposalnya lolos.”

“Insya Allah, pak.”

“Mesti banyak istighfar, bangsa kita ini, ya nak. Rakyat masih banyak yang susah, eh, anggota DPR malah mau membangun gedung baru, menghabiskan uang rakyat. Malah ada yang bilang harus realistis segala, tidak mau disamakan dengan orang-orang miskin yang tinggal di gubuk-gubuk becek. Memangnya gedung DPR yang sekarang itu kalau hujan bocor apa ya, nak?”

“Setahu saya tidak, pak. Tingkah mereka dari dulu kan memang begitu. Sejak awal saya sudah tidak percaya dengan demokrasi kok, pak.”

“Lha kenapa, nak?”

“Sebenarnya demokrasi itu kan bertentangan dengan Alquran, pak.”

“Iya ya, nak. Kalau orang Islam sendiri sudah tidak menjadikan Alquran sebagai pegangan, memang repot. Kata ustadz Tolib, banyak hukum-hukum yang diajarkan Alquran yang tidak diterapkan. Saya pikir kok pantes kalau kehidupan masyarakat kok tidak semakin baik, ya. Kalau tidak salah, di Alquran kan ada ayat yang menerangkan bahwa Alquran itu adalah sebab kemuliaan manusia ya, nak? Pantas negeri ini begini-begini terus, lha wong ayat-ayat Alquran banyak yang ditinggalkan.”