Dunia
menyaksikan, menjelang Subuh tadi pagi, dua raksasa sepakbola, Portugal dan Spanyol, saling bunuh di Liga
Eropa 2012. Dengan skor 0-0 sampai akhir babak perpanjangan waktu, Ispanya, yang
punya algojo dan kiper berpengalaman lebih banyak dibandingkan Peranggi, sukses
menumbangkan negara yang pernah singgah dan menjajah Maluku itu. Skor akhir
4-2.
Saya
percaya, tidak ada yang ‘kebetulan’ di dunia ini. Kata itu ada hanya karena
terbatasnya pengetahuan yang ditampung tempurung kepala manusia. Allah telah
mengetahui, telah pula tercatat di dalam Lauhul Mahfuzh, tidak lama sebelum pertemuan
Portugal dan Spanyol, seorang hamba yang banyak berdosa ini membaca Sebuah
epos kejayaan Nusantara di awal abad 16 berjudul Arus Balik tulisan
Pramoedya Ananta Toer. Di dalam buku itu, ada informasi menarik tentang kedua
negara itu. Dan Allah telah menetapkan, seorang hamba yang banyak dosa itu tergerak
untuk menuliskan sedikit wawasan ini.
Alkisah, Gubernur
Tuban, Sang Adipati Aryateja Tumenggung Wilwatikta terheran-heran mendengar cerita
Sang Patih. “Kapal-kapal asing yang tidak pernah dikenal sebelumnya mulai
berdatangan dari Ujung Selatan Wulungga – tanjung yang tak pernah dilewati oleh
para pelaut Majapahit,” tutur Sang Patih. Patut diketahui, kapal laut Majapahit
adalah yang terbesar kala itu di seluruh penjuru bumi.